Argumen merupakan hal
yang sangat penting dalam dunia perdebatan. Mungkin kalau di analogikan seperti
jiwa dalam tubuh manusia. Debat tanpa argumen itu tidak mungkin, karena argumen
adalah kunci utama dari debat itu.
Argumen setidaknya
memiliki 3 bagian penting yaitu: klaim, bukti, dan data. Klaim merupakan
subtansi dari argumen. Bukti merupakan alasan dari klaim. Sedangkan data
merupakan serangkaian fakta yang mendukung bukti yang secara tidak langsung
argumen yang dimiliki.
Mungkin agak sulit
memahami ketiganya karena masih abstrak dipikiran. Karena itu saya akan beri
contoh tentang ini.
Contoh argumen :
1.
Sebagai orang awam, saya menganggap kenaikan BBM ini sangat meresahkan
dan menyulitkan masyarakat, terutama masyarakat kecil. Bagi masyarakat yang
mampu mungkin itu tidak akan menjadi masalah, tetapi bagi masyarakat kecil, hal
ini akan berakibat fatal. Biaya hidup mereka akan lebih besar, padahal
kemampuan mereka sangat minim. Kondisi sebelum BBM naik saja sudah kembang
kempis, apalagi setelah BBM naik, mungkin mereka hanya bisa malan pagi. Bahkan,
mungkin banyak yang kelaparan secara terselubung.
2.
Memilih SMA tanpa pertimbangan yang matang hanya akan menambah
pengangguran karena pelajaran di SMA tidak memberi bekal bekerja. Menurut
Iskandar, sudah saatnya masyarakat mengubah paradigma agar lulusan SMP tidak
latah masuk SMA. Kalau memang lebih berbakat pada jalur profesi sebaiknya
memilih SMK. Dia mengingatkan sejumlah risiko bagi lulusan SMP yang sembarangan
melanjutkan sekolah. Misalnya, lulusan SMP yang tidak mempunyai potensi
bakat-minat ke jalur akademik sampai perguruan tinggi, tetapi memaksakan diri
masuk SMA, dia tidak akan lulus UAN karena sulit mengikuti pelajaran di SMA.
Tetapi tanpa lulus UAN mustahil bisa sampai perguruan tinggi.
3.
Akibat perkembangan perekonomian dan pertambahan jumlah penduduk,
komsumsi energi di dalam negeri juga meningkat. Kebutuhan gas di pulau jawa
pada tahun 2002 sebanyak 943 juta kaki kubik per hari (MMCFD). Tahun 2005,
meningkat menjadi 1,136 MMCFD. Pada tahun 2010, kebutuhan gas di pulau jawa
diperkirakan 2.252 MMCFD dan tahun 2015, sebanyak 3,441 MMCFD.
4.
Pendidikan gratis hanya janji yang bergema luas saat kampanye dan
pemilihan pimpinan daerah maupun pusat. Saat pemilihan usai akan lain
ceritanya. Anak-anak miskin di kota, desa, dan pedalaman tetap mengalami
kesulitan untuk mengakses pendidikan yang layak. Di perkotaan sekolah
berlomba-lomba meningkatkan sarana dan prasaran dengan jalan menaikkan pungutan
dengan dalil sumbangan pendidikan, uang gedung, dan lain-lain karena biasanya
masyarakat perkotaan lebih memilih sekolah yang mempunyai sarana pendidikan
yang baik sehingga mereka tidak akan segan untuk membayar mahal demi memberikan
pendidikan yang terbaik bagi anak-anak mereka. Sebaliknya di pinggiran kota,
pedesaan, dan pedalaman, sekolah tidak bisa mengenakan pungutan kepada orang
tua siswa karena tidak ada lagi yang bisa dipungut dari masyarakat. Para siswa
harus puas dengan kondisi fasilitas pendidikan yang jauh dari kata layak.
5.
Kebiasaan menabung sejak dini memberi manfaat besar bagi orang yang
melakukannya. Dengan menabung, secara tidak langsung seseorang berusaha menata
hidupnya. Seperti sering terjadi, dalam hidup banyak kejadian yang tidak
terduga, seperti sakit, tertimpa musibah, mendaftar sekolah, dan sebagainya.
Hal-hal tersebut tentu memerlukan biaya. Dengan memiliki tabungan, seseorang
tidak akan terlalu panik ketika berhadapan dengan kejadian yang tidak terduga
itu. Mereka akan lebih mudah menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Jadi,
kegiatan menabung adalah tindakan yang menguntungkan.
6.
Menurut Iskandar, sudah saatnya masyarakat mengubah paradigma agar
lulusan SMP tidak latah masuk SMA. Kalau memang lebih berbakat pada jalur
profesi sebaiknya memilih SMK. Dia mengingatkan sejumlah risiko bagi lulusan
SMP yang sembarangan melanjutkan sekolah. Misalnya, lulusan SMP yang tidak
mempunyai potensi bakat-minat ke jalur akademik sampai perguruan tinggi, tetapi
memaksakan diri masuk SMA, dia tidak akan lulus UAN karena sulit mengikuti
pelajaran di SMA. Tanpa lulus UAN mustahil bisa sampai perguruan tinggi. Pada
akhirnya mereka akan menjadi pengangguran karena pelajaran di SMA tidak memberi
bekal untuk bekerja. Jadi, memilih SMA tanpa pertimbangan yang matang hanya
akan menambah pengangguran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar