Jumat, 29 Maret 2013

Listrik Static ( Hukum Coloumb )



Ini adalah tugas UTS dari MataKuliah KPST...
Kami membuat tugas ini berkelompok :
1. Ibrahim Ma'ani (116120144)
2. Ian Fahmi Nugraha (1161210147)
3. Fajar Mukhlisin (116121155)

Kami membuat percobaan tentang Listrik Statis.
Percobaan kami ini cendrung sangat simpel. Tapi semoga pas dengan yang dimaksud oleh dosen dan berguna bagi kami khususnya dan umumnya buat yang mencoba dan menonton videonya.

Konten pada Tugas Ini :
* Artikel       ( Download )
* Video         ( Download )
* Presentasi   ( Download )
* Storyboard ( Download )

Sekilas Pembahasan tentang Percobaan yang Kami Lakukan :

A. Alat dan Bahan yang diperlukan :
1. Penggaris Plastik (yang baru jika bisa)
2. Serpihan Kertas
3. Kantong Plastik
4. Kertas
5. Rambut
6. Meja

B. Langkah Percobaan :
1. Taruh serpihan kertas pada meja
2. Percobaan pertama kita gunakan rambut sebagai media untuk menggosokan penggaris.
3. Gosokanlah penggaris ke rambut dengan waktu yang sedikit lama.
4. Lalu dekatkanlah penggaris ke serpihan kertas.
5. Percobaan kedua kita gunakan kertas sebagai media untuk menggosokan penggaris.
6. Gosokanlah penggaris ke kertas dengan waktu yang sedikit lama.
7. Lalu dekatkanlah penggaris ke serpihan kertas.
8. Percobaan ketiga kita gunakan kantong plastik sebagai media untuk menggosokan penggaris.
9. Gosokanlah penggaris ke kantong plastik dengan waktu yang sedikit lama.
10. Lalu dekatkanlah penggaris ke serpihan kertas.
Apakah yang terjadi ???
Kenapa sebagian kertas ada yang menempel pada penggaris ???
itu dikarenakan adanya aliran listrik pada penggaris itu yang disebabkan oleh gesekan penggaris pada benda-benda di atas. Gesekan tersebut mengakibatkan perpindahan elektron dari rambut ke penggaris yang mengakibatkan penggaris menjadi bermuata negatif.
Sesuai dengan Hukum Coulomb yang menyebutkan bahwa benda dengan muatan yang sama (positif dan positif atau negatif dan negatif) akan saling tolak menolak. Dan benda dengan muata yang berbeda akan saling tarik menarik.

Pertemuan ke-5 ( Komunikasi )


Komunikasi adalah pesan yang disampaikan kepada komunikan(penerima) dari komunikator(sumber) melalui saluran-saluran tertentu baik secara langsung/tidak langsung dengan maksud memberikan dampak/effect kepada komunikan sesuai dengan yang diinginkan komunikator.
 Unsur-unsur penting lainnya dalam komunikasi adalah dengan adanya : sumber, pesan, media, penerima, efek dan umpan balik.
1.       Sumber
Adalah pembuat atau pengirim informasi. Dalam komunikasi antar manusia, sumber bisa terdiri dari satu orang, tetapi bisa juga dalam kelompok misalnya partai, organisasi atau lembaga. Sumber biasa disebut juga komunikator atau dalam bahasa Inggrisnya disebut source, sender atau decoder.

2.       Pesan
Adalah sesuatu yang disampaikan oleh pengirim kepada penerima. Pesan dapat disampaikan dengan cara tatap muka atau melalui media komunikasi.

3.       Media.
Media yang dimaksud di sini adalah alat yang digunakan untuk   memindahkan pesan dari sumber kepada penerima.

4.       Penerima.
Penerima adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber. Penerima bisa terdiri dari satu orang atau lebih. Penerima biasa disebut komunikan atau dalam bahasa Inggris disebut audience atau receiver.

5.       Efek
Efek atau pengaruh adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. Pengaruh ini bisa tergantung dari pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang.

6.       Umpan Balik.
Adalah suatu bentuk tanggapan balik dari penerima setelah memperoleh pesan yang diterima.
Contoh :
Komunikasi antara guru dengan muridnya. Guru sebagai komunikator harus memiliki pesan yang jelas yang akan disampaikan kepada murid atau komunikan.Setelah itu guru juga harus menentukan saluran untuk berkomunikasi baik secara langsung(tatap muka) atau tidak langsung(media).Setelah itu guru harus menyesuaikan topic/diri/tema yang sesuai dengan umur si komunikan,juga harus menentukan tujuan komunikasi/maksud dari pesan agar terjadi dampak/effect pada diri komunikan sesuai dengan yang diinginkan.
Sedangkan yang harus di perhatikan dalam komunikasi sendiri adalah :

Pertemuan ke-4 ( Metode Ilmiah & Perkembangan Ilmu Pengetahuan )


A. Metode Ilmiah

Metode ilmiah atau Proses ilmiah (bahasa Inggris: scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

Karakteristik penelitian ilmiah, yaitu :
1.    Sistematik.
Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.

2.    Logis.
Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal, yaitulogika. Prosedur penalaran yang dipakai bisa prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus) atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.

3.    Empirik.
Artinya suatu penelitian biasanya didasarkan pada pengalaman sehari-hari (fakta aposteriori,yaitu fakta dari kesan indra) yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian.

4.    Replikatif.
Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus diuji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variabel menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.

Langkah-langkah Operasional Metode Ilmiah :

1. Perumusan masalah; yang  dimaksud dengan masalah yaitu  pernyataan apa, mengapa, ataupun bagaimana tentang obyek yang teliti. Masalah itu harus jelas batas-batasnya serta dikenal faktor-faktor yang mempengaruhinya.
2. Penyusunan hipotesis; yang dimaksud hipotesis yaitu suatu pernyataan yang menunjukkan kemungkinan jawaban untukmemecahkan masalah yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, hipotesis merupakan dugaan yang tentu saja didukung oleh pengetahuan yang ada. Hipotesis juga dapat dipandang sebagai jawaban sementara dari permasalahan yang harus diuji kebenarannya dalam suatu obserevasi atau eksperimentasi.
3. Pengujian hipotesis; yaitu berbagai usaha pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang telah diajukan untuk dapatmemperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak. Fakta-fakta ini dapat diperoleh melalui pengamatan langsung dengan mata atau teleskop atau dapat juga melalui uji coba atau eksperimentasi, kemudian fakta-fakta itu dikumpulkan melalui penginderaan.
4. Penarikan kesimpulan; penarikan kesimpulan ini didasarkan atas penilaian melalui analisis dari fakta (data) untuk melihat apakah hipotesis yang diajukan itu diterima atau tidak. Hipotesis itu dapat diterima bila fakta yang terkumpul itumendukung pernyataan hipotesis. Bila fakta tidak mendukung maka hipotesis itu ditolak. Hipotesis yang diterima merupakan suatu pengetahuan yang kebenarannya telah diuji secara ilmiah, dan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan. Keseluruhan langkah tersebut di atas harus ditempuh melaluiurutan yang teratur, langkah yang satu merupakan landasan bagi langkah berikutnya. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan pengetahuan yang disusun secara sistimatis, berlaku umum dan kebenarannya telah teruji secara empiris.

Pertemuan ke-3 ( Argumen )


Argumen merupakan hal yang sangat penting dalam dunia perdebatan. Mungkin kalau di analogikan seperti jiwa dalam tubuh manusia. Debat tanpa argumen itu tidak mungkin, karena argumen adalah kunci utama dari debat itu.

Argumen setidaknya memiliki 3 bagian penting yaitu: klaim, bukti, dan data. Klaim merupakan subtansi dari argumen. Bukti merupakan alasan dari klaim. Sedangkan data merupakan serangkaian fakta yang mendukung bukti yang secara tidak langsung argumen yang dimiliki.

Mungkin agak sulit memahami ketiganya karena masih abstrak dipikiran. Karena itu saya akan beri contoh tentang ini.

Contoh argumen :

1.      Sebagai orang awam, saya menganggap kenaikan BBM ini sangat meresahkan dan menyulitkan masyarakat, terutama masyarakat kecil. Bagi masyarakat yang mampu mungkin itu tidak akan menjadi masalah, tetapi bagi masyarakat kecil, hal ini akan berakibat fatal. Biaya hidup mereka akan lebih besar, padahal kemampuan mereka sangat minim. Kondisi sebelum BBM naik saja sudah kembang kempis, apalagi setelah BBM naik, mungkin mereka hanya bisa malan pagi. Bahkan, mungkin banyak yang kelaparan secara terselubung.

2.      Memilih SMA tanpa pertimbangan yang matang hanya akan menambah pengangguran karena pelajaran di SMA tidak memberi bekal bekerja. Menurut Iskandar, sudah saatnya masyarakat mengubah paradigma agar lulusan SMP tidak latah masuk SMA. Kalau memang lebih berbakat pada jalur profesi sebaiknya memilih SMK. Dia mengingatkan sejumlah risiko bagi lulusan SMP yang sembarangan melanjutkan sekolah. Misalnya, lulusan SMP yang tidak mempunyai potensi bakat-minat ke jalur akademik sampai perguruan tinggi, tetapi memaksakan diri masuk SMA, dia tidak akan lulus UAN karena sulit mengikuti pelajaran di SMA. Tetapi tanpa lulus UAN mustahil bisa sampai perguruan tinggi.

Rabu, 27 Februari 2013

 
Critial Thinking

Critical Thinking adalah penalaran reflektif tentang keyakinan dan tindakan. Ini adalah cara untuk menentukan apakah klaim selalu benar, kadang-kadang benar, sebagian benar, atau salah. Berpikir kritis dapat ditelusuri dalam pemikiran Barat dengan metode Sokrates dari Yunani Kuno dan di Timur, ke Buddha Kalama Sutta dan Abhidharma. Berpikir kritis merupakan komponen penting dari profesi yang paling. Ini adalah bagian dari proses pendidikan formal dan semakin signifikan sebagai kemajuan siswa melalui universitas untuk pendidikan pascasarjana, meskipun ada perdebatan di kalangan pendidik tentang makna yang tepat dan ruang lingkup.

Critical thinking sama saja dengan debat. Debat sudah semestinya membawa beberapa kenyataan (statement) ataupun idea. Bila berfikir secara kritis, kita terdorong membantah kenyataan itu. Hasilnya, terpacul segala hujah yang berlawanan semata-mata untuk mematahkan kebenaran sesuatu kenyataan. Kemudian, kita berlawan-lawan fakta atau pemikiran semata-mata ingin mengatakan sesebuah idea itu salah. Jika kedua-duanya (statement/idea) itu berjaya kita buktikan salah, maka terbukti juga kita adalah betul. Kelemahan dalam critical thinking, yaitu membuktikan orang lain salah dan menganggap kita betul.
 
Contoh Critical Thinking

Bayangkan seandainya sebatang lilin itu dikritik, didebat, ataupun dihujahkan. Puaslah kita berfikir bagaimana mendapatkan lilin yang bertahan lebih lama dengan mencoba dibakar dalam balang kaca maka terhasillah lampu pelita kita juga puas memikirkan api yang lebih kuat dengan membakarnyadengan bantuan gas asli. Maka terhasilah lampu gasolin. Kita juuga puas memikiran lilin yang tidak berbau dengan meenghasilkan lilin wangi..
Bayangkan, seandainya sebatang lilin itu dikritik, didebat, ataupun dihujahkan. Puaslah kita berfikir bagaimana mendapatkan lilin yang bertahan lebih lama dengan cuba dibakar dalam balang kaca, maka terhasillah lampu pelita. Kita juga puas memikirkan api yang lebih kuat dengan membakarnya dengan bantuan gas asli, maka terhasillah lampu gasolin. Kita juga puas memikirkan lilin yang tidak berbau dengan menghasilkan lilin wangi.

Hampir kesemua inovasi yang ada sekarang adalah hasil kritikan terhadap ciptaan asal. Contohnya, sofa adalah hasil penambahbaikan idea daripada kerusi. Komputer adalah hasil penambahbaikan daripada kalkulator. Apabila kita sudah mengenali ciptaan asal sesuatu produk, sudah pasti kita tiada masalah bagi mengkritik inovasi seterusnya.
 
Manfaat berpikir kritis
 
  1.    Membantu memperoleh pengetahuan, memperbaiki teori, memperkuat argumen
  2.    Mengemukakan dan merumuskan pertanyaan dengan jelas
  3.    Mengumpulkan, menilai, dan menafsirkan  informasi dengan efektif
  4.    Membuat kesimpulan dan menemukan solusi masalah berdasarkan alasan yang kuat
  5.    Membiasakan berpikiran terbuka
  6.    Mengkomunikasikan gagasan, pendapat, dan solusi dengan jelas kepada lainnya
 
 
 
Definisi Critical Thinking ?
Berbagai sumber mendefinisikan berpikir kritis berbagai sebagai:
"berpikir reflektif yang masuk akal difokuskan pada memutuskan apa yang harus diyakini dan dilakukannya"
"proses intelektual disiplin aktif dan terampil konseptualisasi, menerapkan, menganalisis, sintesis, atau mengevaluasi informasi yang dikumpulkan dari, atau dihasilkan oleh,, observasi pengalaman, refleksi, penalaran komunikasi, atau, sebagai panduan untuk keyakinan dan tindakan"
"tujuan, self-regulatory penghakiman yang menghasilkan interpretasi, analisis, evaluasi, dan kesimpulan, serta penjelasan dari, bukti konseptual, pertimbangan metodologis, criteriological, atau kontekstual atas mana penilaian yang didasarkan"
"mencakup komitmen untuk menggunakan alasan dalam perumusan keyakinan kita"
Dalam kerangka filosofis teori sosial kritis, berpikir kritis umumnya dipahami untuk melibatkan komitmen terhadap praktek sosial dan politik demokrasi partisipatif, kesediaan untuk membayangkan atau tetap terbuka untuk mempertimbangkan perspektif alternatif, kesediaan untuk mengintegrasikan perspektif baru atau revisi ke dalam cara kita berpikir dan bertindak, dan kemauan untuk mendorong kekritisan pada orang lain.

Seorang pemikir yang kritis baik dibudidayakan:
1) Menimbulkan pertanyaan penting dan masalah, merumuskan dengan jelas dan tepat.
2) Mengumpulkan dan menilai informasi yang relevan, menggunakan ide-ide abstrak untuk menafsirkan secara efektif datang ke kesimpulan baik beralasan dan solusi, menguji mereka terhadap kriteria dan standar yang relevan.
 

Selasa, 19 Februari 2013

KPST

KPST


yang ingin saya pelajari dari ktsp :
1) Berpikir Kritis. Bahasan yang mencakup : aspek filosofis, identifikasi premis dan argumen, pengambilan keputusan, pengembangan logika secara deduktif, induktif, dan langkah – langkah praktis membangun argumen.
2) Mengetahui perkembangan teknologi informasi dan komunikasi masa kini dan masa yang akan datang.


Sains merupakan ilmu yang mempelajari alam semesta beserta seluruh isinya. Teknologi adalah suatu sarana yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Teknologi merupakan penerapan sains yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari – hari. Sains bersifat teoritis dan tidak berbentuk sedangkan teknologi bersifat praktis dan berbentuk. Pada hakikatnya, sains dipelajari untuk mengembangkan dan memperkokoh eksistensi manusia di bumi


KPST ini merupakan bahasan mengenai filsafat sains yang dikaitkan dengan kemampuan teknologi. Yang memiliki silabus sebagai berikut :
1) Berpikir Aktif. Mahasiswa/i dituntut untuk dapat berpikir dan membuat inovasi baru dalam sains dan teknologi. dan meningkatkan kemampuan logika.
2) Perkembangan sains. Mata kuliah ini membahas mengenai perkembangan sains baik masa sekarang maupun masa yang akan datang, yang diyakini bahwa perkembangan sains akan semakin maju.
3) Konsep Teknologi. Dipelajari tentang definisi teknologi sebagai hardware, rule dan syste, sistem dan teori sistem, evolusi teknologi.
Sehingga mahasiswa/i memahami aspek aspek yang terdapat dalam sains dan teknologi, dan juga dapat meningkatkan kemampuan logika, kemampuan untuk menciptakan inovasi baru di sains dan teknologi yang semkin berkembang dari masa ke masa.

BIODATA
Nama : Ibrahim Ma'ani
TTL :  Jakarta, 6 oktober 1994
Agama : Islam
Asal SMA : SMA AL-AZHAR 2 JAKARTA
Institusi : IT TELKOM BANDUNG
Jurusan : sistem informasi
kelas : SI – 36 – 04
NIM : 116120144